Biografi

Biografi Artis dan Pelawak Jojon

BIOGRAFI JOJON. Jojon adalah artis dan pelawak terkenal yang mempunyai nama asli Djuhri Masdjan lahir di Karawang, 5 Juni 1947 – Meninggal dunia di Jakarta, 6 maret 2014 dengan umur 66 tahun. Jojon (almarhum) adalah salah satu pelawak legendaris indonesia, ia mengawali karir sebagai pemain sandiwara keliling sejak usia remaja. Karirnya mulai melejit saat beliau memutuskan bergabung bersama grup lawak bernama “Jayakarta Group” bersama U’uk, Esther, dan Cahyono pada era 70-an.

Jayakarta Group menjadi grup lawak paling fenomenal saat itu, Jayakarta Group sering tampil di berbagai acara TVRI salah satunya Aneka Ria Nusantara. Jayakarta Group juga kerap mendapat tawaran manggung dari berbagai daerah Indonesia. Penampilan Jojon yang selalu memakai kumis kecil ala Charlie Chaplin dan celana selutut tentunya menjadi daya tarik yang khas bagi para penggemarnya.

Pada tahun 90-an Jojon memutuskan untuk keluar dari grup lawak Jayakarta Group, dia memilih meneruskan karirnya dengan bersolo karir. Kemampuan melawak Jojon tidak hilang setelah memutuskan untuk bersolo karir, dia tetap mampu mengocok perut masyarakat luas dengan gayanya yang polos meskipun bersolo karir. Ia juga kerap berkolaborasi dengan pelawak lainnya seperti Eko Patrio, Akri, Parto, Bolot dan Mali.

Selain melawak, ia juga kerap membintangi berbagai film Indonesia seperti “Vina Bilang Cinta” (2005), “Setannya Kok Beneran?” (2008), “Mau Dong Ah” (2009) dan “Badai di Ujung Negeri”. Tak hanya itu saja, Jojon juga sering muncul sebagai bintang tamu dalam acara lawak terkenal Indonesia “Opera Van Java”. Bahkan Jojon pernah meraih penghargaan Tokoh Inspirasional dalam ajang OVJ Awards 2013.

Meski selalu memerankan tokoh yang sedikit bodoh namun nyatanya Jojon adalah sosok yang agamis. Ia pernah mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren Wanaraja. Selain itu, pelawak asal Karawang ini juga kerap memberi siraman rohani kepada rekan-rekan artisnya. Bahkan ia pernah membuat teman segrupnya di Jayakarta Grup yakni Cahyono menjadi mualaf.

“Saya Nasrani selama 42 tahun, tapi Alhamdulillah, saya diberikan teman-teman yang luar biasa Jojon, Esther, U’uk di Jayakarta Grup,” cerita Cahyono. “Khusus Jojon, dia itu lulusan Ponpes Wanaraja, nah dialah yang menjadi guru ngaji saya pada awal-awalnya.”

Jojon menghembuskan nafas terakhirnya akibat serangan jantung pukul 06:04 WIB tanggal 6 Maret 2014 di RS Ramsey Premier Jatinegara, Jakarta. Suami dari Bunda Henny ini meninggal dalam usianya yang ke-66 tahun. Jenazah Jojon disemayamkan di TPU Kebon Pedes Bogor.

Leave a Reply